blog description

Welcome to my journal :)
its all about what i feel or what i thought about random things surround me... it also contains my random ideas that just suddenly appear in my mind...well, this is not a blog about something specific, but only a note of my scattered thoughts.
Enjoy!

Tuesday, September 14, 2010

Understanding the Oil Drilling Process (2)

Pemetaan lokasi minyak bumi di dalam air menggunakan seismology (source : Energy Institute)

Pemetaan Lokasi Minyak Bumi 
Orang yang bertanggungjawab untuk melakukan pencarian lokasi minyak bumi adalah seorang geologis. Mereka bertugas untuk menemukan lokasi sumber minyak bumi yang tepat. Beberapa tahun yang lalu, seorang geologis melakukannya dengan menafsirkan bentuk permukaan, batuan permukaan dan jenis tanah dan terkadang sampel kecil batuan dari dasar bumi yang diperoleh dengan pengeboran dangkal.
Geologis modern juga melakukan pemeriksaan terhadap batuan permukaan dan lahan, dengan bantuan dari penggambaran satelit. Namun demikian mereka juga menggunakan variasi metode untuk menemukan minyak bumi. Mereka dapat menggunakan sensitive gravity meters untuk mengukur perubahan kecil yang terjadi dalam medan gravitasi bumi yang akan mengindikasikan adanya aliran minyak dan sensitive magnetometers yang dapat mengukur perubahan kecil di dalam medan magnetic bumi yang disebabkan oleh aliran minyak bumi. Mereka juga dapat mendeteksi bau hidrokarbon dengan menggunakan sensitive electronic noses yang dinamakan sniffers. Metode terakhir yang paling umum digunakan adalah seismology, yaitu menghasilkan gelombang kejut (shock waves) yang dikirimkan melewati lapisan batuan tersembunyi dan menafsirkan gelombang yang diterima kembali di permukaan.
Gelombang kejut tersebut kemudian bergerak ke bawah permukaan bumi dan dipantulkan kembali oleh berbagai lapisan batuan. Pantulan ini kemudian bergerak kembali dengan kecepatan yang berbeda tergantung dari jenis atau kepadatan dari lapisan batuan yang harus dilalui oleh gelombang tersebut. Sensitive microphones atau alat deteksi getaran mendeteksi pantulan dari gelombang kejut tersebut – hydrophones untuk deteksi gelombang pada air, seismometers untuk deteksi gelombang pada tanah.
Setelah geologis menemukan kemungkinan lokasi minyak bumi, mereka kemudian menandai lokasi tersebut dengan menggunakan GPS pada tanah atau dengan menggunakan pelampung penanda pada air.

Persiapan Pengeboran Minyak
Setelah lokasi pengeboran dipilih, para peneliti kemudian melakukan survey terhadap area tersebut untuk menetapkan batasan dan melakukan analisis dampak lingkungan jika diperlukan. Perusahaan minyak juga memerlukan perjanjian sewa, judul dan hak penggunaan lahan sebelum melakukan pengeboran. Untuk lokasi lepas pantai, perlu ditetapkan juga yurisdiksi hukumnya.
Setelah proses legal selesai, selanjutnya tim berangkat ke lokasi untuk menyiapkan lahan :
1.      Lahan harus dibersihkan dan diratakan, jalan/jalur akses juga perlu dibuat.
2.     Karena dalam proses drilling diperlukan air, maka harus ada sumber air yang dapat digunakan disekitar lokasi pengeboran. Jika tidak ada sumber alami, maka dilakukan pengeboran sumur air.
3.      Para kru menggali lubang cadangan yang digunakan untuk membuang batuan dan lumpur selama proses pengeboran berlangsung. Lubang ini dilapisi dengan plastik agar tidak mencemari lingkungan disekitarnya. Jika lokasi tersebut adalah lokasi ecologically sensitive, seperti rawa atau hutan belantara, maka batuan dan lumpur harus dibuang diluar area tersebut – diangkut menggunakan truk.
Setelah area selesai disiapkan, para kru kemudian menggali beberapa lubang untuk membuat jalan untuk rig dan main hole. Lubang persegi yang dinamakan cellar digali disekitar lokasi lubang pengeboran. Cellar ini berfungsi untuk menyediakan ruang kerja di sekitar lubang untuk para pekerja dan perlengkapan pengeboran. Para kru kemudian mulai melakukan pengeboran main hole, seringkali dengan sebuah truk bor kecil daripada rig utama. Bagian pertama dari lubang itu lebih besar dan dangkal daripada bagian utama dan dilapisi pipa konduktor berdiameter besar. Para kru menggali lubang tambahan disisi luar untuk tempat penyimpanan peralatan sementara – saat lubang-lubang ini selesai dibuat, peralatan rig dapat dibawa dan di set up.
Berdasarkan keterpencilan lokasi pengeboran dan akses masuknya, maka diperlukan truk, helikopter atau perahu untuk mengangkut peralatan. Beberapa rig dibangun diatas kapal atau perahu untuk pekerjaan ditengah laut, dimana tidak tersedia pondasi untuk membangun rig (seperti di rawa atau danau).

No comments:

Post a Comment